Tertatih ku sendiri
Tentang semua mimpi-mimpi
Yang mulai terpatri
Dalam logika maupun hati
Melepaskanmu...
Tak semudah mengenalmu
Tak semudah mencintaimu
Tak pula semudah merindukanmu
Ku ingin kau kembali
Tapi, kau diantara nyata dan mimpi
Mengisi relung hati yang sepi
Dan berpadu dengan ribuan ilusi
Semua kenangan kita bagai foto berselimut debu
Berkisah tentang cinta yang telah berlalu
Dalam bayangan tangis dan pilu
Dan air mata menangis didalam kalbu
Bagaimana kulukiskan perasaan ini kepadamu?
Pikiranku hanya penuh bayangmu
Hatiku selalu menjeritkan namamu
Cinta itu selalu hadir dan menunggu
Menyelinap diam-diam diantara rentetan waktu
Membuatku berkubang dalam bimbang dan ragu
Hingga akhirnya ku tahu
Aku hanya terpatri pada masa lalu
Dan tak bisa mengulang itu
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Wednesday, 18 June 2014
Tuesday, 3 June 2014
KAMU
Belaian lembut selalu menjadi yang istimewa
Ucapan manis selalu menjadi yang utama
Pelukan teduh selalu menjadi yang terhangat
Namun, kepergianmu selalu menjadi yang terlara
Hai..
Betapa rindu ini selalu menyiksa
Menanyakan kabar sang pemiliknya
Hai..
Betapa air mata ini tak kunjung mengering
Karena dahaga cinta yang selalu teriring
Apa kau tak yakin dengan cinta?
Sehingga kau selalu menimbulkan luka
Atau kau pernah merasa lara akannya?
Sehingga lara pula yang kau curahkan
Lihatlah kedepan
Wahai engkau yang ku panggil "sayang"
Lihatlah lurus menuju bola mata yang memesona
Betapa tak pernah ada kepalsuan akannya
Hanya ketulusan, kejujuran dan kesetiaan yang tiada tara
Namun, apa semua itu layak kau balas dengan luka?
Luka yang tak pernah sembuh,
Selalu membara,
Dan seringkali membuatnya rapuh
Kadang memang semua terlalu kejam
Seakan menghujam
Membuatnya menangis lirih
Dan hanya bisa merasakan perih
Semoga sesosok makhluk yang ku sapa "kamu" ini mengerti
Akan pentingnya arti cinta sejati
Yang kututurkan dari lembutnya hati
Bukan hanya untaian yang selalu terucap dibibir.
Ucapan manis selalu menjadi yang utama
Pelukan teduh selalu menjadi yang terhangat
Namun, kepergianmu selalu menjadi yang terlara
Hai..
Betapa rindu ini selalu menyiksa
Menanyakan kabar sang pemiliknya
Hai..
Betapa air mata ini tak kunjung mengering
Karena dahaga cinta yang selalu teriring
Apa kau tak yakin dengan cinta?
Sehingga kau selalu menimbulkan luka
Atau kau pernah merasa lara akannya?
Sehingga lara pula yang kau curahkan
Lihatlah kedepan
Wahai engkau yang ku panggil "sayang"
Lihatlah lurus menuju bola mata yang memesona
Betapa tak pernah ada kepalsuan akannya
Hanya ketulusan, kejujuran dan kesetiaan yang tiada tara
Namun, apa semua itu layak kau balas dengan luka?
Luka yang tak pernah sembuh,
Selalu membara,
Dan seringkali membuatnya rapuh
Kadang memang semua terlalu kejam
Seakan menghujam
Membuatnya menangis lirih
Dan hanya bisa merasakan perih
Semoga sesosok makhluk yang ku sapa "kamu" ini mengerti
Akan pentingnya arti cinta sejati
Yang kututurkan dari lembutnya hati
Bukan hanya untaian yang selalu terucap dibibir.
Tuesday, 25 March 2014
Kenangan
Butiran kalbu mulai terhempas ke angkasa
Mencari sosok sang kuasa
Terbang hingga menuju suatu kota
Yang berakhir dengan tanda tanya
Tanpa semuanya bisa terlihat nyata
Kemanakah tiupan kalbu akan berkelana ?
Menuju kenangankah?
Atau menuju ke masa depan ?
Semua berjalan tanpa titik koma
Tanpa tanda jeda
Akankah kita akan selalu bersama?
Terikat kenangan yang tak kita duga
Ataukah kita terpisah?
Hanya untuk terkenang
Manakah pilihan atas tujuan?
Yang tergenggam erat akan cinta
Bukan kepalsuannya
Manakah pilihan atas kenangan?
Untuk mengenang
Atau terkenang?
Mencari sosok sang kuasa
Terbang hingga menuju suatu kota
Yang berakhir dengan tanda tanya
Tanpa semuanya bisa terlihat nyata
Kemanakah tiupan kalbu akan berkelana ?
Menuju kenangankah?
Atau menuju ke masa depan ?
Semua berjalan tanpa titik koma
Tanpa tanda jeda
Akankah kita akan selalu bersama?
Terikat kenangan yang tak kita duga
Ataukah kita terpisah?
Hanya untuk terkenang
Manakah pilihan atas tujuan?
Yang tergenggam erat akan cinta
Bukan kepalsuannya
Manakah pilihan atas kenangan?
Untuk mengenang
Atau terkenang?
Monday, 10 March 2014
Senyap
Kita pernah berdua
Memadu kasih kisah asmara
Membuatnya seakan susah dilupa
Menegakkan rindu yang begitu membara
Namun, detikan jam mulai memandu
Mengukir semua kisah dalam naungan sendu
Mengabadikan kisah dalam lantunan gambar
Dan semuanya tak pernah terasa hambar
Bagaimakah kau bisa memilih mengakhirinya
Berakhir dengan semua tanda tanya
Hal yang manis terasa pahit
Semua kebahagiaan terasa sakit
Hanya dengan memandang punggungmu yang teduh
Itulah dimana rasa lelah mulai meneteskan peluh
Menunggu
Menanti
Mengharap
Namun apa?
Semua berujung sia
Semua berujung sia
Tanpa pasti dan hanya basa-basi
Bayangmu kini senyap
Mendekapmu kini hanyalah angan
Laksana bidadari tanpa sayap
Kau kini menghilang
Kemana sosokmu yang dulu begitu hangat?
Hingga aku selalu terpikat
Hingga aku selalu terpikat
Tuesday, 15 October 2013
Menghujat Cinta
Dalam cinta kita tak terlalu asing dengan luka
Dalam hidup ada yang datang ada yang pergi
Dalam waktu kukenal detik demi detik
Sayangnya dalam senja kuingat semburat warna jingga
Dalam hidup ada yang datang ada yang pergi
Dalam waktu kukenal detik demi detik
Sayangnya dalam senja kuingat semburat warna jingga
Pena mulai
menari sesuai alunan
Menitikkan tinta demi tinta dengan tujuan
Bersama, namun berujung lara
Mengharap namun berujung sia
Menitikkan tinta demi tinta dengan tujuan
Bersama, namun berujung lara
Mengharap namun berujung sia
Ketika tujuan mulai memisahkan
Kita mulai berjalan berjauhan
Memburu tujuan
Tanpa menghargai kebersamaan
Kita mulai berjalan berjauhan
Memburu tujuan
Tanpa menghargai kebersamaan
Apakah ini
salah cinta?
Atau salah jalan kita?
Atau salah jalan kita?
Derai tangis, menutup luka
Kebahagiaan mulai senyap seketika
Menyambut hitam diatas putih
Menyambut hujan setelah petir
Kebahagiaan mulai senyap seketika
Menyambut hitam diatas putih
Menyambut hujan setelah petir
Apakah ini
cinta sejati
Berjanji sehidup semati
Namun entah mengapa kamu memilih pergi
Bahkan lupa untuk kembali
Berjanji sehidup semati
Namun entah mengapa kamu memilih pergi
Bahkan lupa untuk kembali
Apakah ini yang namanya cinta?
Hanya timbulkan rasa luka.
Atau inilah jelmaan dari ego?
Memilih untuk berbuat bodoh.
Memilih untuk menjadikan semua sebatas kenangan
Hanya terlintas dengan hitungan jaman.
Hanya timbulkan rasa luka.
Atau inilah jelmaan dari ego?
Memilih untuk berbuat bodoh.
Memilih untuk menjadikan semua sebatas kenangan
Hanya terlintas dengan hitungan jaman.
Subscribe to:
Posts (Atom)




